Empat Daerah Akan Dijadikan Tindakan Tahunan Kawasan Gambut



Pontianak. Kawasan gambut sering terjadi kebakaran di Kalimantan Barat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ada empat daerah akan dijadikan tindakan tahunan kawasan gambut. Keempat daerah itu adalah Kawasan Hidrologi Gambut (KHG) Sungai Punggur Besar - Sungai Ambawang, Sungai Durian - Sungai Kualan, Sungai Ambawang – Kubu, dan Sungai Kapuas-Sungai Mandor. Hal ini terungkap dalam Rencana Tindakan Tahunan Restorasi Gambut Tahun 2020 di Hotel Ibis Pontianak, Selasa (23/7/2019).

“Rencana Tindakan Tahunan adalah dokumen yang disusun sebagai perencanaan untuk menentukan arahan restorasi, panduan pelaksanaan restorasi serta perkiraan pembiayaan restorasi. Dokumen ini akan memberikan arahan rencana tindakan tahunan berupa pembasahan (rewetting), penanaman kembali (revegetasi), dan pemulihan daya dukung sosial ekonomi (revitalisasi) pada 4 KHG sasaran meliputi 1. KHG Sungai Punggur Besar - Sungai Ambawang; 2. KHG Sungai Durian - Sungai Kualan; 3. KHG Sungai Ambawang – Kubu; dan 4. KHG Sungai Kapuas-Sungai Mandor,” kelas Kepala Dinas PerkimLH Kalbar yang diwakili Yenny S Hut MT.

 

Dijelaskannya, dokumen RTT Tahun 2020 yang akan disusun ini memberikan data dan informasi pokok yang berupa metodologi, deskripsi umum kondisi KHG sasaran, rencana restorasi, pembiayaan, serta skenario monitoring dan evaluasi yang menjadi suatu rangkaian kegiatan di dalam melaksanakan (RTT) Provinsi Kalimantan Barat. Dengan disusunnya RTT ini kita berharap agar pelaksanaan restorasi gambut di Provinsi Kalimatan Barat akan terarah dan terukur sesuai target yang ditetapkan.

“Karena seperti yang kita ketahui bersama target restorasi lahan gambut di Provinsi Kalimantan Barat adalah seluas 119.634 ha yang meliputi fungsi kawasan lindung seluas 28.318 ha (23,67 %), fungsi ekosistem budidaya (berizin) seluas 64.078 ha (53,56 %), dan fungsi ekosistem budidaya tidak berizin seluas 27.239 ha (22,77 %). Semua target ini harus kita capai sampai tahun 2020 sesuai target kerja BRG,” papar Yenny.



“Besar harapan saya agar FGD yang dilaksanakan oleh BRG ini dapat memberikan informasi baru dan pencerahan bagi kita semua. Hal terpenting juga adalah terwujudnya kerjasama yang baik diantara kita semua karena kegiatan restorasi ini tidak akan berjalan dengan baik dan lancar tanpa dukungan semua pihak,” harapnya. Peserta dari kegiatan ini, Organisasi Perangkat Daerah Terkait Pengelolaan Gambut di Provinsi Kalimantan Barat, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Terkait Pengelolaan Gambut di Kabupaten Kubu Raya dan Kayong Utara beserta perangkat desa, Mitra Restorasi Gambut, dan Sekretaris Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Provinsi Kalimantan Barat, dan Pejabat Pembuat Komitmen Restorasi Gambut. (ros)

0 Response to "Empat Daerah Akan Dijadikan Tindakan Tahunan Kawasan Gambut"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel