Belum Ada Larangan Kemenkes, Kratom Kapuas Hulu Akan Dipatenkan


Sungai Raya. Kratom tumbuhan paling berharga asal Kapuas Hulu. Bisa dikatakan kratom “emas putih” dari negeri Uncak Kapuas. Sayang, kratom berada di bawah bayang-bayang larangan Badan Narkotika Nasional (BNN). Sementara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) jutru belum mengeluarkan larangan. Lalu, bagaimana sikap Kalbar sendiri?

“Saya sudah sampaikan ke Gubernur Kalbar. Beliau berpesan, sepanjang belum ada larangan, maju terus. Bila perlu dibuatkan patennya,” kata Ketua Pokja REDD+ Kalbar, Dr Ir H Gusti Hardiansyah M Ss QAM saat memberikan pengarahan dalam penyusunan laporan monitoring emisi Provinsi Kalbar di Gardenia Resort Sungai Raya Kubu Raya, Senin (2/9/2019).

Dijelaskan Gusti yang juga Dekan Fakultas Kehutanan Untan ini, kratom adalah berkah buat warga Kapuas Hulu secara khusus dan Kalbar umumnya. Tumbuhan ini sangat berharga dan menjadi sumber pendapatan warga di timur Kalbar itu. Hasil produksi kratom banyak diekspor ke luar negeri.

“Saya sudah sampaikan ke Gubernur, kita berusaha untuk mempatenkan kratom agar tidak diakui oleh negara lain. Kebetulan saya punya pengamanan untuk mempatenkan produk. Saya sendiri sudah memiliki delapan paten,” kata Gusti di hadapan anggota Pokja REDD Kalbar.

Memang ada upaya dari BNN akan melarang kratom. Namun, coba kaji dan lihat statistik, apakah ada orang Kapuas Hulu kecanduan kratom. Dari berbagai macam informasi yang didapatkan, tidak ada orang kecanduan kratom. Di sini membuktikan bahwa kratom tidak membahayakan. Bahkan, ada beberapa penelitian, kratom itu bisa menjadi obat. (ros)

0 Response to "Belum Ada Larangan Kemenkes, Kratom Kapuas Hulu Akan Dipatenkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel