Kadis LHK Kalbar Berharap FIP 1 dan Pokja REDD+ Terjalin Hubungan Erat


 
Adi Yani Kepala Dinas LHK Kalbar
Ir H Adi Yani MH Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar
Pontianak – Untuk pertama kalinya Pokja REDD+ Kalbar menggelar webinar dengan FIP 1, Selasa (1/9/2020). Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kalbar, Ir H Adi Yani berharap terjalin hubungan erat antara FIP 1 dan Pokja REDD+ agar implementasi program berjalan maksimal.

“Mudah-mudahan kita bersama dapat memanfaatkan waktu dua hari ini untuk menyusun agenda bersama serta pokok-pokok kerangka acuan yang diperlukan agar kegiatan yang dilaksanakan oleh FIP-1 maupun Pokja REDD+ dapat terlaksana dengan baik serta terjalin kerjasama dan koordinasi yang baik di antara keduanya,” pidato Adi Yani yang dibacakan Yenny S Hut MT, Kepala Bidang Penataan dan Pengawasan Lingkungan Hidup Dinas LHK Kalbar.

Adi Yani menjelaskan, sejak 25 Februari 2020, Direktur Jenderal PSKL telah membentuk Tim Pengarah Teknis FIP-1, Community-Focused Investments to Address Deforestation and Forest Degradation Project. Tugasya memberikan arahan mengenai perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi FIP-1 agar memenuhi standard yang disepakati, menyiapkan rekomendasi tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi tahun berjalan, mencermati perkembangan FIP-1 berdasarkan laporan dari pelaksana penyiapan / implementasi proyek dan sumber daya informasi lainnya, dan melaksanakan pertemuan (TSC meeting)minimal dua kali setahun

Di dalam SK tersebut terdapat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat di mana Kepala Dinas LHK ditunjuk sebagai ketuanya. Berdasarkan hasil rapat beberapa waktu yang lalu dan diskusi internal dengan Tim PMU dan PISU diketahui bahwa terdapat Workshop Tematik REDD+. Dalam pelaksanaannya  perlu dikerjasamakan dengan POKJA REDD+Kalbar. Hal ini terkait Penyusunan Pergub, Diskusi Teknis terkait MRV, SIS REDD+ serta permanen plot pengukuran REDD+.

“Pokja REDD+ merupakan lembaga yang dibentuk untuk mengkoordinir, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan REDD+. Lembaga ini telah menetapkan beberapa kegiatan pada tahun ini terutama terkait Monitoring emisi dari setor berbasis lahan, peningkatan kapasitas dan mempersiapkan kerangka kebijakan dan peraturan yang diperlukan. Oleh karena itu, saya memandang perlu untuk melakukan kegiatan ini terutama agar tercipta sinergitas antara kegiatan FIP-1 dan Pokja REDD+ Kalbar,” jelas Adi Yani.

Pokja REDD+ dan FIP 1 akan menggelar webinar selama dua hari. Dalam pertemuan dua hari ini akan dibahas beberapa topik baik yang bersifat teknis seperti MRV, SIS REDD+ dan pembuatan petak permanen pengukuran REDD+, maupun rencana penyusunan beberapa pergub. Pokja REDD+ pada tahun ini akan menyusun rencana peraturan gubernur terkait mekanisme pembangian manfaat dan penyaluran dana lingkungan hidup. Sedangkan FIP-1 juga akan melakukan penyusunan Pergub terkait benefit sharing, data sharing serta pedoman MRV dan SIS REDD+.

“Ini tentunya perlu dikoordinasikan dan didiskusikan bersama sehinggan kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan efektif dan efisien serta mencapai target yang diinginkan,” pinta Adi Yani.

Dalam webinar tersebut hadir Ketua Pokja REDD+ Kalbar, Prof Dr Gusti Hardiansyah MSc dan sejumlah anggotanya. Sementara dari FIP 1 hadir Bambang TSA, Arinta Hapsari dan Karsono.

Webinar akan berlanjut Rabu (2/9/2020) pukul 10.00 sampai 12.00 WIB. Webinar kali ini akan membahas sejumlah agenda penting terkait kerja sama antara Pokja REDD+ dan FIP 1. Salah satunya adalah membahas draf Pergub mekanisme pembangian manfaat dan penyaluran dana lingkungan hidup. (ros)

0 Response to "Kadis LHK Kalbar Berharap FIP 1 dan Pokja REDD+ Terjalin Hubungan Erat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel