Webinar Pokja REDD+ Kalbar Membahas Draft SK Gubernur Tentang Target Pengurangan Emisi


Pokja REDD+ Kalbar

Pontianak – Kelompok Kerja (Pokja) REDD+ Kalbar biasa melakukan rapat di hotel. Kali ini secara webinar atau daring. Hal ini mengingat semakin tingginya angka penularan covid 19. Rapat secara daring tidak mengurangi substansi dari pembahasan materi.

Webinar pertama kali dilakukan Pokja REDD+ ini berlangsung dari pukul 09.00 sampai 11.30 WIB, 8 September 2020. Hampir seluruh anggota Pokja REDD+ Kalbar mengikuti webinar tersebut. Termasuk juga Ketua Pokja REDD+ Kalbar, Prof Dr  Gusti Hardiansyah ikut hadir.

Dari pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalbar, hadir Sekretarisnya, Untad Dharmawan. Hadir juga Yosafat Triadhi Andjioe, Kepala Bidang Penanganan Sampah Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Rapat secara daring ini membahas tentang target pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan pada kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Hendry Oktavius dipercaya untuk mempresentasikan draft Surat Keputusan Gubernur Kalbar tentang target  tersebut.

“Sebelum target itu ditetapkan masing-masing daerah harus mengetahui tingkat rata-rata deforestasi dan emisi dari deforestasi itu sendiri. Bisa dilihat dalam dalam tabel yang telah dilampirkan dalam draft SK Gubernur itu,” jelas Hendy yang juga Kepala KPH Bengkayang.
Dalam kesempatan itu, Untad Dharmawan masih mempertanyakan kewenangan Pokja REDD+. Namun bisa dijelaskan oleh anggota Pokja. Walaupun rapat belum memutuskan soal draft SK Gubernur soal mekanisme tersebut, titik terang untuk mencapai kata sepakat mulai bisa ditarik benang merahnya. Rapat daring tidak berakhir pada hari itu, melainkan dilanjutkan pada Rabu, 9 September 2020. (ros)





0 Response to "Webinar Pokja REDD+ Kalbar Membahas Draft SK Gubernur Tentang Target Pengurangan Emisi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel