Dokumen SIPE Kalbar Masuk Tahap Konsulitasi Publik

Suasana diskusi dalam Konsultasi Publik pembahasan dokumen SIPE Sektor Kehutanan dan Lahan Gambut

Pontianak
-  Setahun lebih Kelompok Kerja (Pokja) REDD+ Kalbar menyusun dokumen Strategi Intervensi Penurunan Emisi (SIPE). Sekarang sudah memasuki tahap Konsultasi Publik. Berikutnya masuk tahap perbaikan berdasarkan hasil Konsultasi Publik yang digelar di Hotel Ibis, 25-26 November 2020.

“Bila sudah memasuki tahap Konsultasi Publik, tandanya dokumen 90 persen hampir rampung. Berikutnya adalah perbaikan berdasarkan konsultasi publik. Kita berharap di penghujung tahun 2020 ini, dokumen SIPE bisa rampung,” kata Ketua Pokja REDD+ Kalbar, Prof Dr Gusti Hardiansyah, Kamis (26/11/2020).

Konsultasi publik tersebut dibuka oleh Gubernur Kalbar diwakili oleh Asisten  II, Junaidi. Peserta banyak berasal dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Kalimantan Barat dan sejumlah NGO peduli lingkungan hidup serta sejumlah akademisi. Konsultasi itu digelar secara offline dan online.

Pada kegiatan ini untuk mengkritisi atau memberikan masukkan terhadap dokumen SIPE yang mulai disusun 3 September 2019 lalu itu. Dokumen berisi 10 bab dengan 239 halaman. Terbilang cukup tebab, karena dibahas secara detail cara maupun teknik menurunkan emisi gas rumah kaca.

Penyusun dokumen SIPE foto bersama di sela-sela acara Konsultasi Publik

Penyusun utama dokumen SIPE adalah Gusti Hardiansyah, Adi Yani, Yenny, Henry Octavius, Yuliansyah, Hendra Saputra, M. Rifani, Rossie Widya Nusantara, Hendarto, Etty Septia Sari, Jumtani, Klothilde Sikun, Imanul Hudha,Ronny C, Syamsul Rusdi, Rosadi Jamani, Karsono Rumawadi, I Gusti Ayu Istanawati, Ferry Suryanata, Denni Nurdwiansyah, Nurul Meutia, Marsandi.

Kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan itu berlangsung suda hari. Hari pertama, menampilkan presentasi penyusun dokumen tersebut. Para penyusun dokumen yang tampil di antara Ketua Pokja REDD+ Kalbar, Prof Dr Gusti Hardiansyah. Setelah tampil anggota Pokja yang juga penyusun dokumen di antaranya Yenny, Henry Octavius, Yuliansyah, Hendra Saputra,  Rossie Widya Nusantara, Etty Septia Sari, Jumtani,  Imanul Hudha, dan Ronny C.

Pada hari kedua Konsultasi Publik dilakukan diskusi dari pagi sampai sore. Diskusi ini untuk menggali lebih dalam konten dokumen.

“Sekarang sudah banyak masukkan dari para peserta. Dokumen akan segera kita perbaiki. Tentunya berdasarkan dari masuk dari seluruh peserta konsultasi publik,” tambah anggota Pokja REDD+ Kalbar, Yenny S Hut.

Acara tersebut digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalbar didukung oleh IDH, GIZ, UNDP, GCF Task Force, FIP-1, Royal Norwegia  Ministry. (ros)

0 Response to "Dokumen SIPE Kalbar Masuk Tahap Konsulitasi Publik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel