Tujuh Kegiatan Monumental Pokja REDD+ Kalbar

Tujuh Kegiatan Monumental Pokja REDD+ Kalbar
Ir H Adi Yani Kadis LHK Kalbar
Pontianak -  Publik banyak belum tahu apa saja kegiatan yang dilakukan Kelompok Kerja (Pokja) REDD+ Kalbar selama ini. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalbar, Ir H Adi Yani MH mengungkapkan, ada tujuh kegiatan monumental yang telah dan sedang dilakukan oleh lembaga tersebut.

Ketujuh kegiatan monumental yang dimaksud Adi Yani itu adalah 1.Penyusunan dokumen Strategi dan Rencana Aksi Provinsi (SRAP) REDD+ pada tahun 2013; 2.  Penyusunan Dokumen Nilai Rujukan Emisi Kehutanan (FREL) pada tahun 2016; 3.    Penyusunan dokumen Revisi SRAP REDD+ pada tahun 2017; 4.   Penyusunan Juknis Inventarisasi Hutan dan Lahan pada tahun 2018; 5.  Penyusunan Laporan Monitoring Emisi Tahun 2013 sampai dengan 2016, pada tahun 2018; 6.      Sinkronisasi FREL Kalbar dengan FREL Nasional, pada tahun 2018.

“Yang sedang dilakukan atau kegiatan ketujuh adalah Penyusunan Dokumen Strategi dan Intervensi Penurunan Emisi  yang masih berproses sampai saat ini. Diharapkan akhir tahun 2020 ini penyusunan rampung,” kata Adi Yani saat memberikan sambutan dalam acara  Focus Group Discussion Dokumen Strategi Intervensi Penurunan Emisi (SIPE) Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Orhardz, Jumat (6/11/2020).

Adi Yani berharap, kegiatan yang dilaksanakan tersebut bisa menghimpun masukan dan saran dari berbagai pihak yang hadir untuk perbaikan dalam penyusunan dokumen Strategi Intervensi Penurunan Emisi (SIPE) Provinsi Kalimantan Barat. “Penyusunan SIPE ini juga diharapkan dapat menjadi panduan bagi para pihak dalam melaksanakan kegiatan yang berkontribusi dalam penurunan emisi di Kalimantan Barat,” harapnmya.

Peserta FGD penyusunan SIPE Kalbar di Hotel Orcharzd Pontianak
Pokja REDD+ Kalbar dirancang untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Kalbar  salah satu provinsi di Indonesia yang aktif menurunkan emisi yang diwujudkan melalui pembentukan Pokja REDD+ Kalbar dengan SK Gubernur Nomor 115/BLHD/2012. SK tersebut melalui SK Gubernur Nomor 770/DPRKPLH/2017. Hal ini juga sebagai bagian dari kontribusi terhadap komitmen pemerintah pusat untuk menurunkan emisi.

REDD (Reduction Emission From Deforestation and Forest Degradation)  merupakan kegiatan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan. Kegiatan REDD ini awalnya hanya mengurangi emisi dari kegiatan deforestasi dan degradasi hutan  tetapi kemudian berkembang menjadi kegiatan untuk konservasi, pengelolaan hutan berkelanjutan dan peningkatan cadangan karbon hutan sehingga disebut sebagai REDD+.

FGD tersebut dihadiri dari sejumlah perwakilan lembaga pemerintah di antaranya Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, DLHK, Bappeda Kalbar. Dari perwakilan akademisi dari Untan dan UNU Kalbar juga ikut hadir. Selebihnya perwakilan dari hampir seluruh KPH di Kalbar. (ros)

0 Response to "Tujuh Kegiatan Monumental Pokja REDD+ Kalbar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel