Sinkronisasi Output 2 dan 3 Program FIP 1 dan Rencana Pembangunan Galeri KPH

Adi Yani Kadis LHK Kalbar saat membuka rapat sinkronisasi FIP1 dengan Pokja REDD+
Pontianak – Forest Invesment Program (FIP) 1 dengan Pokja REDD+ Kalbar melakukan rapat sinkronisasi di Hotel Golden Tulip Pontianak, Selasa (9/3/2021). Rapat membahas sinkronisadi pelaksanaan output 2 dan output 3 serta rencana pembangunan galeri KPH. Kemudian, menyusun rencana Technical Steering Committe (TSC) FIP 1 ADB untuk level provinsi 2021.

Rapat sinkronisasi tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kalbar, Ir H Adi Yani MH. Rapat itu merupakan bagian dari pelaksanaan program pendanaan strategis terkait iklim yang berada di bawah Climate Investment Funds (CIF), Program Investasi Kehutanan atau Forest Investment Program (FIP).

“Program ini dimaksudkan untuk mendukung upaya kesiapan negera-negara berkembang dalam implementasi REDD+. Program FIP dilaksanakan melalui penyediaan pembiayaan untuk meningkatkan kesiapan infrastruktur dan kelembagaan dalam rangka membantu adaptasi terhadap dampak perubahan iklim pada hutan, meningkatkan pengelolaan hutan berkelanjutan atau Sustainable Forest Management,” jelas Adi Yani.

Lanjutnya, tujuan dilaksanakannya konsep SFM ini adalah untuk mengurangi emisi dari sektor kehutanan perlindungan simpanan karbon, serta berkontribusi terhadap peningkatan akses multi manfaat sumber daya hutan antara lain konservasi, keanekaragaman hayati, perlindungan hak masyarakat lokal, pengurangaan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteran masyarakat pedesaan. Kegiatan yang akan dikembangkan oleh FIP ini sejalan dengan msi Gubernur Kalbar.

“Hutan harus dilindungi tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat melalui potensinya seperti Hasil Hutan Bukan Kayu sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berkorelasi dengan meningkatnya Indeks Desa Membangun (IDM),” jelasnya Adi Yani.

Untuk Provinsi Kalimantan Barat, terdapat dua lokasi proyek FIP ini yaitu Kabupaten Kapuas Hulu dan Sintang. Proyek ini berlangsung dari tahun 2018 dan saat ini masih akan dilanjutkan sampai tahun 2022 dan ada kemungkinan diperpanjang sampai dengan tahun 2023 .

Terdapat tiga output proyek ini yaitu output 1, 2 dan 3. Untuk output 1 yaitu “Implementasi percontohan REDD + yang berfokus pada masyarakat dan responsif gender di Kabupaten Kapuas Hulu dan Sintang” telah berjalan dan dalam proses evaluasi. Sedangkan untuk output 2 dan output 3 akan dijalankan antara lain dengan Pokja REDD+ Kalbar.

Usai pembukaan, dilakukan diskusi untuk mensinkronkan program FIP1 dengan Pokja REDD+ Kalbar. Kurang lebih tiga jam melakukan diskusi. Akhirnya, FIP1 bisa mengakomodir sejumlah usulan dari Pokja REDD+

Yenny anggota Pokja REDD+ saat memimpin diskusi

“Alhamdulillah, hampir semua usulan Pokja diakomodir,” kata Yenny salah satu anggota Pokja REDD+ usai diskusi.

Point-point Usulan

Untuk output 2, Pokja REDD+ Kalbar mengusulkan beberapa kegiatan di antaranya:

• Fasilitasi dan koordinasi dengan Tim Kalimantan Barat (DLHK, Pokja REDD+ dan Biro Hukum) untuk Pedoman P3 dan MPD REDD+;

• Lokakarya penyusunan SK Gubernur untuk Pedoman P3 dan MPD REDD+

• Sosialisasi SK Gubernur Gubernur untuk Pedoman P3 dan MPD REDD+

• Bimbingan Teknis Integrasi Pelaporan REDD+ di KPH di Kapuas Hulu

• Bimbingan Teknis Integrasi Pelaporan REDD+ di KPH di Sintang

• Lokakarya Pelaporan dan Registri

• Dukungan/sinkronisasi dengan POKJA REDD+ Untuk kegiatan di atas telah ditentukan

jadwal/ time line kegiatannya.

• Plot pengamatan karbon hutan

• Penyusunan  Rencana Aksi REDD+

• Sosialisasi dan internalisasi REDD+ dalam RPHJP KPH Sintang dan Kapuas Hulu.

• Fasilitasi penguatan HD untuk penyusunan program peningkatan kesejahteraan masarakat (adaptasi perubahan iklim atau program mitigasi). diluar desa desa yang sudah masuk skema carbon trade.

• Kalkulasi emisi dari karhutla.

• Tindak lanjut peta kerawanan karhutla provinsi yang sudah dibuat tahun lalu.

 

Untuk usulan output 3 Pokja REDD+ Kalbar mengusulkan kegiatan:

• Fasilitasi Penyusunan Rapergub BSM untuk REDD+

• Fasilitasi Penyusunan Rapergub Penyaluran dan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup

• Fasilitasi dan koordinasi untuk penyusunan 3 proposal

• Koordinasi awal terkait transfer anggaran daerah berbasis ekologi (TAPE dan TAKE)

• Need assessment sebagai tindak lanjut dari koordinasi awal

• Lokakarya transfer anggaran daerah berbasis ekologi (TAPE dan TAKE)

 Tambahan kegiatan lainnya :

• Penyusunan Perda gambut dan mangrove

• Penyusunan Perda RPPEG

Selain itu, ada tambahan baru dari Kepala Dinas LHK Kalbar yaitu penyusunan Perdes Pengendalian dan Pencegahan Kebakaran Hutan dan lahan yang juga dapat diakomodir oleh FIP 1.

“Target kegiatan kita pada hari adalah untuk meng-sinkronkan kegiatan proyek FIP dengan kegiatan di Pokja REDD+. Selain itu, akan ada diskusi untuk pengaturan jadwal agar tidak saling berbenturan antara kegiatan sehingga dapat berjalan dengan lancar,” tutup Adi Yani. (ros)

0 Response to "Sinkronisasi Output 2 dan 3 Program FIP 1 dan Rencana Pembangunan Galeri KPH"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel